Minggu, 12 Desember 2021

ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM URINE


32

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

A.     Pengkajian

 

1.      Identitas

 

·          Klien


No. Rekam Medis       : 48 05 36

Tgl. Masuk RS            : 23 Juli (pukul 14.16 WITA) Tgl. Pengkajian    : 25 Juli (pukul 09.15 WITA) Sumber Informasi  : RM/Pasien/Keluarga Diagnosa Medis         : BSK


 

Ø  Nama                                     : Tn. J

 

Ø  Umur                                     : 53 tahun

 

Ø  Jenis kelamin                         : Laki-laki

 

Ø  Pendidikan                            : SMP

 

Ø  Pekerjaan                               : Petani

 

Ø  Status Perkawinan                 : Kawin

 

Ø  Agama                                   : Islam

 

Ø  Suku                                      : Lombok

 

Ø  Alamat                                   : Desa Langgikima

 

·          Penanggung

 

Ø  Nama                                     : Ny. M

 

Ø  Hubungan dengan pasien      : Istri

 

 

 

 

38


 

 

 

 

 

2.      Riwayat Keluarga

 

·          Genogram

 

50

22

19

17

53


 

 

·          Keterangan Genogram

 

= Laki-laki

 

= perempuan

 

= Tinggal serumah

 

                                      = Keluarga yang sakit

= Hubungan keluarga

 

= Anggota keluarga yang meninggal 17,19,22,50 dan 53         = Umur


 

 

 

 

 

3.      Status Kesehatan

 

3.1      Status Kesehatan Saat Ini

 

3.1.1        Keluhan utama (saat MRS dan saat ini)

 

3.1.1.1  Keluhan utama saat MRS :

 

Klien masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri pada daerah perut bagian bawah tembus hingga belakang serta menyebar ke bagian genitalia. Nyeri dirasakan terutama saat buang air kecil.

3.1.1.2  Keluhan utama saat pengkajian :

 

Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga belakang

P (Propokatif) : Klien mengatakan nyeri bertambah parah ketika buang air kecil

Q (Quality) : Klien mengatakan nyerinya seperti tertusuk-tusuk.

R (Radiation) : Klien mengatakan nyeri pada perut bagian bawah tembus belakang, menyebar kebagian genitalia

S (Severity)     : Skala nyeri yang dirasakan 6 (sedang)

 

T (Time)            : Klien mengatakan nyeri yang dirasakan hilang timbul


 

 

 

 

 

3.1.2        Alasan masuk Rumah Sakit dan perjalanan penyakit saat ini

 

Pada tanggal 23 Juli klien masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri perut bagian bawah tembus hingga belakang serta menyebar kebagian genitalia. Nyeri dirasakan 1 hari sebelum masuk rumah sakit terutama saat buang air kecil. Saat dilakukan pengkajian tanggal 25 Juli pukul 09.15 WITA klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hinga belakang. Klien juga mengatakan setiap kali BAK kencingnya keluar sedikit- sedikit dan berwarna kuning keruh tetapi tuntas meskipun terasa sakit.

3.1.3        Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya

 

Klien mengatakan tidak melakukan upaya apa-apa untuk mengatasi sakitnya di rumah. Saat keluhan dirasakan klien langsung memeriksakannya ke Puskesmas.

3.2      Riwayat Kesehatan Yang Lalu

 

3.2.1        Penyakit yang pernah dialami

 

Klien mengatakan sebelumnya pernah dirawat di Rumah Sakit Konawe Utara dengan keluhan yang sama sekitar 1 tahun yang lalu. Klien juga mengatakan pernah berobat 6 bulan sebanyak 4 kali karena penyakit TBC . Pengobatan yang terakhir sampai tuntas.


 

 

 

 

 

3.2.2        Pernah dirawat

 

Klien mengatakan sudah pernah dirawat di rumah sakit dengan keluhan yang sama sekitar 1 tahun yang lalu

3.2.3        Riwayat alergi

 

Klien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi baik pada makanan maupun pada obat-obatan

3.2.4        Riwayat Transfusi

 

Klien mengatakan ia tidak memiliki riwayat tranfusi

3.2.5        Kebiasaan :

 

3.2.5.1  Merokok

 

Klien mengatakan ia sudah lama berhenti merokok

 

3.2.5.2  Minum Kopi

 

Klien mengatakan tidak memiliki kebiasaan minum kopi

 

3.2.5.3  Penggunaan Alkohol

 

Klien mengatakan tidak memiliki kebiasaan minum- minuman yang beralkohol

4.      Riwayat Penyakit Keluarga

 

Klien mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang menderita penyakit yang sama seperti yang ia rasakan

5.      Diagnosa Medis dan Therapy

 

5.1      Diagnosa medis : BSK

 

5.2      Therapy yang diberikan pada tanggal 15 Juli 2018


 

 

 

 

 

·         Infus RL 20 tpm (Makro drip)

 

·         CiprofIoxacin 500 mg 2x1 tablet

 

·         Ranitidin 150 mg 2x1 tablet

 

·         Natrium Diklofenax 25 mg 2x1 tablet

 

·         Alprazolam 0,5 mg 1x1 tablet

 

6.      Pola Fungsi Kesehatan

 

6.1      Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan

 

Klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit ia tidak terlalu memperhatikan kesehatannya tetapi setelah masuk rumah sakit klien mengatakan ternyata kesehatan sangatlah penting dan saat sakit sangatlah tidak nyaman.

6.2      Nutrisi/metabolik

 

Klien mengatakan tidak ada masalah dengan kebiasaan makannya dimana frekuensi makannya 2-3 x/hari dan porsinya selalu dihabiskan. Klien mengatakan air yang di konsumsi di rumahnya banyak mengandung kapur. Klien mengatakan tiap hari minum 2 - 2,5 liter air/hari sebelum sakit.

6.3      Pola Eliminasi

 

Klien mengatakan ada gangguan pada buang air kecil (BAK) 1 hari sebelum masuk rumah sakit dan tidak ada masalah pada buang air besar (BAB). Klien mengatakan sering bolak-balik WC (> 10 kali/24 jam)


 

 

 

 

 

untuk buang air kecil dan setiap kali BAK kencingnya keluar sedikit- sedikit dan berwarna kuning keruh serta terasa sakit.

6.4      Oksigenasi

 

Klien tidak nampak terpasang oksigen

 

6.5      Pola tidur dan istirahat

 

Klien mengatakan sebelum sakit klien tidak mengalami susah tidur terutama pada malam hari dimana klien biasa tidur 8 jam setiap harinnya tetapi pada saat sakit klien mengatakan susah untuk memulai tidur dikarenakan memikirkan penyakit yang dialaminnya.

6.6      Pola kognitif-perseptual

 

Klien sering menanyakan apakah penyakit yang dideritanya bisa disembuhkan dan klien juga berpersepsi bahwa penyakitnya dapat disembuhkan dengan jalan lain selain proses pembedahan misalnya dengan pengobatan tradisional.

6.7      Pola persepsi diri/konsep diri

 

Klien mengatakan sudah mengetahui informasi tentang penyakitnnya, tetapi klien merasa cemas memikirkannya. Klien mengatakan yang terpenting sekarang adalah ia cepat sembuh dan menjalani aktivitasnya seperti semula.

6.8      Pola seksual dan produksi

 

Klien mengatakan tidak ada masalah yang dirasakan terkait seksualitas


 

 

 

 

 

6.9      Pola peran-hubungan

 

Klien mengatakan selama sakit tidak pernah lagi menjalankan perannya sebagai penopang perekonomian keluarga seperti sebelum sakit.

6.10  Pola manajemen koping stress

 

Klien mengatakan sangat cemas dengan kondisi kesehatannya saat ini, klien nampak gelisah dan sering ke meja perawat bertanya mengenai kondisinya, klien berulang kali bertanya kepada perawat mengenai tindakan operasi itu seperti apa.

6.11  Pola keyakinan-nilai

 

Klien mengatakan selama sakit tidak pernah lagi menjalankan ibadahnya dan ibadahnya menjadi terganggu akibat penyakit yang dialaminya.

7.      Riwayat Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik

 

Keadaan umum pasien lemah dengan tingkat kesadaran sadar sepenuhnya (composmentis).

Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 150/90 mmHg, Nadi : 89 x/menit, Suhu : 36,7 oC, Pernapasan : 23 x/menit, BB : 62 , TB : 167, IMT : 62/1,67 = 22,23

7.1        Kulit, Rambut, dan Kuku

 

Distribusi rambut pasien nampak lebat, Tidak ada lesi, kulit kepala bersih, warna kulit coklat gelap, akral hangat, turgor kulit baik, tidak ada oedem, warna kuku pink.


 

 

 

 

 

7.2        Kepala dan Leher

 

Bentuk kepala pasien simetris antara kiri dan kanan dan tidak tampak ada lesi serta tidak ada deviasi trakea, tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid dan KGB.

7.3         Mata dan Telinga

 

Klien tidak mengalami gangguan penglihatan dan tidak memakai kaca mata, pupil klien nampak isokor, konjungtiva klien tidak nampak anemis, sclera tidak ikterus, klien tidak mengalami gangguan pendengaran dan tidak menggunakan alat bantu pendengaran.

7.4         Sistem Pernafasan

 

Tidak ada batuk dan sesak

 

7.4.1        Inspeksi :

 

Pengembangan dinding dada simetris kiri-kanan (+)/(+), deformitas tulang dada (-), trakea tidak mengalami deviasi, frequensi pernapasan normal dan tidak mengunakan otot bantu pernapasan.

7.4.2        Palpasi :

 

Tidak ditemukan adanya benjolan dan masa. Taktil fremitus seirama. Nyeri tekan (-)

7.4.3        Perkusi :

 

Suara perkusi resonan dan tidak ada tanda-tanda penumpukan cairan


 

 

 

 

 

7.4.4        Auskultasi :

 

Bunyi napas vesicular pada perifer paru, bunyi napas bronchial diatas trachea, bunyi broncovesiculer (+) dan tidak ada bunyi napas tambahan {crackles (-), whezing (-), mengi (-)}.

7.5         Sistem Kardiovaskuler

 

Klien tidak mengalami nyeri dada dan palpitasi.

 

7.5.1        Inspeksi :

 

Tidak nampak ada pembesaran vena jugularis dan bentuk dada simetris antara kiri dan kanan serta tidak ada sianosis.

7.5.2        Palpasi :

 

Tidak terdapat nyeri tekan dan ictus kordis teraba pada ICS 5 mid klavikula kiri, CRT < 3 detik, dan tekanan vena jugular (jugularis venous pressure/JVP) 7 cmH2O.

7.5.3        Perkusi :

 

Suara perkusi pekak pada ICS 4 dan 5 pada mid klavikula kiri.

 

7.5.4        Auskultasi :

 

Tidak terdengar bunyi jantung tambahan, Bj1 dan Bj2 normal (lub-dub). Bj1 terdengar bertepatan dengan teraba pulsase nadi pada arteri carotis


 

 

 

 

 

 

7.6

Sistem

Gastrointestinal

 

7.6.1

Inspeksi

 

 

Mulut klien nampak bersih dengan mukosa lembab, tidak

 

 

terdapat karies gigi.

 

7.6.2

Auskultasi

 

 

Peristaltik usus 15 x/menit.

 

7.6.3

Perkusi

 

 

Suara perkusi timpani, pada perut tidak ada penumpukan cairan.

 

7.6.4

Palpasi

 

 

Ada nyeri tekan pada perut bagian bawah, pembesaran hepar (-)

7.7

Sistem

Urinarius

 

7.7.1

Inspeksi

 

 

Klien tidak menggunakan alat bantu/kateter, klien nampak

 

 

meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang. Urine

 

 

berwarna kuning keruh

 

7.7.2

Palpasi

 

 

Ada nyeri tekan pada perut bagian bawah dan pada area

 

 

pinggang. Kandung kemih tidak terab

 

7.7.3

Perkusi

 

 

Ada nyeri ketok pada pinggang bagian belakang kanan.

 

7.8         Sistem Reproduksi Pria

 

Tidak ada keluhan dan tidak dilakukan pemeriksaan fisik


 

 

 

 

 

7.9         Sistem Saraf

 

GCS : 15            Eye : 4             Verbal : 5                    Motorik : 6

 

7.10     Sistem Muskuloskeletal

 

7.10.1    Inspeksi :

 

Tidak ada hambatan pergerakan sendi pada saat jalan, duduk dan bangkit dari posisi duduk, tidak ada deformitas dan fraktur.

7.10.2    Palpasi

 

Tidak ada nyeri tekan, tahan terhadap tekanan, kekuatan otot 5 dimana klien dapat melakukan rentang gerak penuh, dapat melawan gravitasi dan dapat menahan tahanan penuh.

7.11     Sistem Imun

 

Klien tidak mengalami perdarahan pada gusi dan klien tidak mengalami keletihan/kelemahan. Klien nampak lemah, dikarenakan memikirkan penyakit yang sedang dialaminnya.

7.12     Sistem Endokrin

 

Hasil pemeriksaan laboratorium klien tidak mengalami hiperglikemia dan hipoglikemia serta tidak ada luka gangrene.


 

 

 

 

 

8.      Pemeriksaan Penunjang

 

8.1      Data laboratorium pemeriksaan darah Tanggal 23/7/2018

Tabel 3.1 Pemeriksaan Penunjang

Jenis pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Unit

WBC

7,00

4.00-10.0

103/µL

RBC

4,72

4.00-6.00

106/ml

HGB

12,7

12.00-16.00

g/dl

HCT

38,0

37.0-48.0

%

MCV

79,7

80-97.0

fL

MCH

26,6

26-33.5

pg

MCHC

33,4

31.5-35.0

pg

PLT

263

150-400

103/µL

Creatinine

0,9

0.7-1.2

mg/dL

Glukosa

94

70-180

mg/dL

SGOT

38

<45

U/L

SGPT

38

<41

gr/dL

Ureum

23

19-44

mg/dL

 

8.2      Data USG (tanggal 23 Juli 2018)


 

Kesan:

·         Nefrolitis Dextra


 

 

 

 

 

·         Kista ginjal bilateral

B.      Klasifikasi data

Tabel 3.2

Klasifikasi Data

 

Data Subyektif

Data Obyektif

1.      Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga belakang dan menjalar ke bagian genitalia.

P (Propokatif): Klien mengatakan nyeri bertambah parah ketika buang air kecil

Q (Quality): Klien mengatakan nyerinya seperti tertusuk- tusuk.

R (Radiation): Klien mengatakan nyeri pada perut bagian bawah tembus belakang dan menjalar ke bagian genitalia.

S (Severity): Skala nyeri yang dirasakan 6 (sedang)

T (Time): Klien mengatakan nyeri yang dirasakan hilang timbul.

2.      Klien mengatakan sudah mengetahui informasi tentang penyakitnnya

3.      Klien mengatakan sangat cemas dengan kondisi kesehatannya saat ini

4.      Klien mengatakan susah untuk memulai tidur                 dikarenakan memikirkan           penyakit            yang dialaminnya.

5.      Klien mengatakan setiap kali BAK kencingnya keluar sedikit-sedikit dan berwarna kuning keruh tetapi tuntas meskipun terasa sakit.

6.      Klien mengatakan sering bolak-balik WC (> 10 kali/24 jam) untuk buang air kecil

1.      Keadaan umum pasien lemah

2.      TTV :

Tekanan darah : 150/90 mmHg, Nadi : 89 x/mnt,

Suhu : 36,7 oC, Pernapasan : 23 x/mnt

3.      Skala nyeri 6 (sedang)

4.      Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

5.      Klien sering menanyakan apakah penyakit yang dideritanya bisa disembuhkan.

6.      Klien nampak gelisah dan sering ke meja perawat bertanya mengenai kondisinya

7.      Klien berulang kali bertanya kepada perawat mengenai tindakan operasi.

8.      Ada nyeri tekan pada perut bagian bawah dan pada area pinggang.

9.      Ada nyeri ketok pada pinggang bagian belakang

10.  Urine tampak kuning keruh

11.  Kandung kemih tidak teraba

12.  Pemeriksaan pada tanggal 14 Juli 2018 WBC 7.00 103/µL

13.  Hasil USG : Nefrolisis dextra


 

 

 

 

 

C.     Analisa Data

 

Nama Klien           : Tn. J                         Hari / Tgl         : Rabu, 25 Juli 2018 No. RM                              : 48 05 36                   Ruang Rawat :  Lambu Barakati

Tabel 3.3 Analisa Data

SYMPTOM

ETIOLOGI

PROBLEM

Data Subyektif :

·         Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga belakang dan menjalar ke bagian genitalia

Data Obyektif :

·         Tekanan darah : 150/90 mmHg

·         Skala nyeri 6 (sedang)

·         Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

·         Ada nyeri tekan pada perut bagian bawah dan pada area pinggang.

·         Ada nyeri ketok pada pinggang bagian belakang

Faktor Ekstrinsik (Asupan air mengandung kapur)

Proses kristalisasi dan agresi substansi

Pengendapan batu

Pembentukan Batu Saluran

Kemih

Respon Obstruksi

Penekanan pada saraf

Penekanan pada saraf

Mengaktifkan mediator kimia

(Histamin dan bradikinin)

Menstimulasi pelepasan

prostaglandin di hipotalamus

Nyeri dipersepsikan(nyeri kolik)

Nyeri Akut

Nyeri akut

Data Subyektif :

·         Klien mengatakan sudah mengetahui informasi tentang penyakitnnya

Faktor Ekstrinsik (Asupan air mengandung kapur)

Proses kristalisasi dan agresi

Ansietas


 

 

 

 

 

 

SYMPTOM

ETIOLOGI

PROBLEM

·         Klien mengatakan sangat cemas

substansi

 

dengan     kondisi     kesehatannya

saat ini

·         Klien     sering     bertanya     pada

Pengendapan batu

perawat tentang kondisinya.

·         Klien mengatakan   susah   untuk

Pembentukan Batu Saluran

Kemih

memulai      tidur       dikarenakan

memikirkan       penyakit       yang

Perubahan status kesehatan

dialaminnya.

Data Obyektif :

·         Tekanan darah : 150/90 mmHg

·         Klien sering menanyakan apakah

Ansietas

penyakit yang   dideritanya   bisa

 

disembuhkan.

·         Klien nampak gelisah dan sering

 

ke     meja     perawat     bertanya

 

mengenai kondisinya

·         Klien    berulang    kali    bertanya

 

kepada       perawat       mengenai

 

tindakan operasi.

 

Data subyektif :

·         Klien mengatakan sering bolak-

Faktor Ekstrinsik (Asupan air mengandung kapur)

Gangguan Eliminasi Urin

balik WC (> 10 kali/24 jam) untuk

 

buang air kecil

·         Klien mengatakan setiap kali BAK

Proses kristalisasi dan agresi

substansi

 

kencingnya keluar sedikit-sedikit

 

dan     berwarna    kuning     keruh

Pengendapan batu

 

tetapi tuntas   meskipun   terasa

 

sakit.

Pembentukan Batu Saluran

 

Data obyektif :

·         Urine tampak kuning keruh

·         Kandung kemih tidak teraba

Kemih

Hambatan aliran urine

 

 

 

 

Gangguan eliminasi urine

 


 

 

 

 

 

D.     Pathway Kasus           Masalah Keperawatan

 

Skema 3.1 Pathway Kasus

Faktor Ekstrinsik (Asupan air mengandung kapur)


 

Pengendapan batu

Hambatan aliran

urine

Perubahan status

kesehatan

Penekanan pada saraf

Mengaktifkan mediator

kimia (Histamin dan bradikinin)

Gangguan eliminasi

urine

Ansietas

Menstimulasi pelepasan

prostaglandin di hipotalamus

Nyeri dipersepsikan(nyeri

kolik)

Nyeri Akut

Respon Obstruksi

Pembentukan batu saluran kemih

Proses kristalisasi dan agresi substansi


 

 

 

 

 

E.     Diagnosa Keperawatan (Berdasarkan Prioritas)

 

Tabel 3.4

Diagnosa Keperawatan (Berdasarkan Prioritas)

Tanggal

No

Diagnosa Kepeawatan

Kode

25/8/2018

1

Nyeri akut berhubungan dengan respon obstruksi batu pada ginjal ditandai dengan:

Data Subyektif :

·         Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga belakang dan menjalar ke bagian genitalia

Data Obyektif :

·         Tekanan darah : 150/90 mmHg

·         Skala nyeri 6 (sedang)

·         Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

·         Ada nyeri tekan pada perut bagian bawah dan pada area pinggang.

·         Ada nyeri ketok pada pinggang bagian belakang

00132

25/7/2018

2

Gangguan Eliminasi Urin berhubungan dengan pembentukan batu saluran kemih ditandai dengan :

Data subyektif :

·         Klien mengatakan sering bolak-balik WC (> 10 kali/24 jam) untuk buang air kecil

·         Klien mengatakan setiap kali BAK kencingnya keluar sedikit-sedikit dan berwarna kuning keruh tetapi tuntas meskipun terasa sakit.

Data obyektif :

·         Urine tampak kuning keruh

·         Kandung kemih tidak teraba

00016

25/7/2018

3

Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan ditandai dengan :

Data Subyektif :

·         Klien      mengatakan      sudah       mengetahui informasi tentang penyakitnnya

·         Klien    mengatakan    sangat    cemas    dengan kondisi kesehatannya saat ini

00146


 

 

 

 

 

 

Tanggal

No

Diagnosa Kepeawatan

Kode

 

 

·         Klien sering bertanya pada perawat tentang kondisinya.

·         Klien mengatakan susah untuk memulai tidur dikarenakan memikirkan penyakit yang dialaminnya.

Data Obyektif :

·         Tekanan darah : 150/90 mmHg

·         Klien sering menanyakan apakah penyakit yang dideritanya bisa disembuhkan.

·         Klien nampak gelisah dan sering ke meja perawat bertanya mengenai kondisinya

·         Klien berulang kali bertanya kepada perawat mengenai tindakan operasi.

 


 

 

 

 

F.      Intervensi Keperawatan

 

Nama Klien           : Tn. J                                                                                     Hari / Tgl         : Rabu, 25 Juli 2018

No. RM                 : 48 05 36                                                                               Ruang Rawat : Lambu Barakati

Tabel 3.5 Intevensi Keperawatan

 

Hr/Tgl

 

Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil

(NOC)

Tindakan

(NIC)

Rasional

Rabu 25/7/2018

Nyeri      akut      berhubungan dengan respon obstruksi batu pada ginjal ditandai dengan: Data Subyektif :

·         Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga belakang.

Data Obyektif :

·         Tekanan darah : 150/90 mmHg

·         Skala nyeri 6 (sedang)

·         Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

·         Ada nyeri tekan pada perut bagian bawah dan pada area pinggang.

·         Ada   nyeri    ketok    pada

NOC:

Tingkat nyeri

Kriteria : Berat 1, cukup berat 2, sedang 3, ringan 4, tidak ada nyeri 5

 

1.      Nyeri dilaporkan (4)

2.      Mengerang dan meringis (4)

3.      Ekspresi nyeri waja (4)

4.      Tidak bisa istrirahat (5)

NIC:

Manajemen Nyeri

10. ..................................

akukan                   pengkajian nyeri                                secara

komperhensif termasuk                           lokasi, karakteristik,                           durasi frekuensi, kualitas dan factor presipitasi.

11. ..................................

bservasi                             adanya petunjuk                     nonverbal mengenai ketidaknyamanan

12. ..................................

endalikan                           faktor lingkungan yang dapat

 

1.    Membantu mengevaluasi tempat obstruksi dan kemampuan    gerakan kalkulus. Nyeri panggul sering menyebar ke punggung, lipat paha, genitalia sehubungan dengan proksimitas saraf plektus dan pembuluh darah yang menyuplai area lain. Nyeri tiba-tiba dan hebat dapat mencetuskan ketakutan, gelisah, ansietas berat.

2.    Bermanfaat dalam mengenali adanya nyeri ; akan tetapi, isyarat yang


 

 

 

 

 

 

Hr/Tgl

 

Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil

(NOC)

Tindakan

(NIC)

Rasional

 

pinggang bagian belakang

 

mempengaruhi respon pasien                      terhadap ketidaknyamanan (misalnya,                                   suhu ruangan, pencahayaan,                        suara bising)

13. ..................................

jarkan tentang teknik non                 farmakologi (teknik relaksasi nafas dalam)

14. ..................................

ukung istirahat/tidur yang adekuat untuk membantu penurunan nyeri

 

Pemberian analgesik

15. ..................................

ek adanya riwayat alergi obat.

16. ..................................

ek                    perintah

pengobatan    meliputi

tidak       sesuai               dengan laporan                                  verbal mengindikasikan kebutuhan untuk evaluasi lebih lanjut.

3.    Lingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal dan menganjurkan  pasien untuk beristirahat dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan kondisi O2 ruangan yang akan berkurang apabila banyak pengunjung yang berada diruangan dan menjaga privasi pasien.

4.    Mengarahkan kembali perhatian dan membantu dalam relaksasi otot.

5.    Istirahat akan menurunkan kebutuhan O2        jaringan        perifer

sehingga                      akan


 

 

 

 

 

 

Hr/Tgl

 

Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil

(NOC)

Tindakan

(NIC)

Rasional

 

 

 

obat, dosis, dan frekuensi

 

Monitor        tanda-tanda vital

17. ..................................

onitor tekanan darah, nadi, suhu dan status pernapasan dengan tepat

meningkatkan                                  suplai darah ke jaringan.

6.    Menganalisis adanya alergi obat untuk mencegah komplikasi

7.    Jenis obat, dosis obat dan frekuensi pemberian harus sesuai intruksi untuk mendapatkan hasil seperti yang diharapkan

8.    Mengumpulkan dan menganalisis data tanda- tanda vital untuk

menentukan                                     dan mencegah komplikasi

Rabu 25/7/2018

Gangguan Eliminasi Urin berhubungan dengan pembentukan batu saluran kemih ditandai dengan :

Data subyektif :

·         Klien mengatakan sering bolak-balik WC (> 10 kali/24 jam) untuk buang air kecil

NOC:

Eliminasi urine Kriteria : sangat terganggu/berat 1, banyak

terganggu/cukup berat 2, cukup

terganggu/sedang 3, sedikit

terganggu/ringan 4,

NIC:

Manajemen Eliminasi Perkemihan

8.      Monitor        eliminasi urine termasuk frekuensi, konsistensi, bau, volume, dan warna

9.      Ajarkan pasien untuk

minum 8   gelas   per

 

1.      Memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi, contoh infeksi dan perdarahan.

2.      Hidrasi       yang cukup meningkatkan pengenceran kemih dan

membantu     mendorong


 

 

 

 

 

 

Hr/Tgl

 

Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil

(NOC)

Tindakan

(NIC)

Rasional

 

·         Klien mengatakan setiap kali BAK kencingnya keluar sedikit-sedikit dan berwarna kuning keruh tetapi tuntas meskipun terasa sakit.

Data obyektif :

·         Urine tampak kuning keruh

·         Kandung kemih tidak teraba

tidak terganggu/ tidak ada 5

 

1.      Pola eliminasi (5)

2.      Bau urine (5)

3.      Warna urine (5)

4.      Kejernihan urine (5)

5.      Nyeri saatkencing (5)

6.      Frekuensi berkemih (5)

hari pada saat makan, di antara waktu makan, dan di awal petang

10.  Ajarkan pasien mengenai tanda dan gejala infeksi saluran kemih

Bantuan Berkemih

11.  Berikan privasi untuk eliminasi

12.  Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit)

lewatnya batu

3.      Membantu identivikasi dini jika terjadi infeksi saluran kemih sehingga dapat ditindaklanjuti sesegera mungkin

4.      Privasi dalam eliminasi memberi rasa nyamanan bagi individu

5.      Adanya batu dalam saluran                kemih menghambat haluaran urine sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam pengosongan kandung

kemih

Rabu 25/7/2018

Ansietas              berhubungan dengan perubahan dalam : status kesehatan ditandai dengan :

Data Subyektif :

·         Klien mengatakan sudah mengetahui informasi

NOC :

Tingkat Kecemasan Kriteria : berat 1, cukup berat 2, sedang, 3,

ringan 4, tidak ada 5

 

1.      Distres (5)

2.      Wajah tegang (5)

NIC :

Pengurangan Kecemasan

12.  Dorong           keluarga

untuk                   menemani pasien

13.  Dengarkan dengan penuh perhatian.

14.  Instruksikan       pasien

 

1.      Kemampuan pemecahan masalah pada klien ditingkatkan lingkungan mendukung.

2.      Klien merasa diperhatikan dan

dihargai


 

 

 

 

 

 

Hr/Tgl

 

Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil

(NOC)

Tindakan

(NIC)

Rasional

 

tentang penyakitnnya

·         Klien mengatakan sangat cemas dengan kondisi kesehatannya saat ini

·         Klien sering bertanya pada perawat tentang kondisinya.

·         Klien mengatakan susah untuk memulai tidur dikarenakan memikirkan penyakit  yang dialaminnya.

Data Obyektif :

·         Tekanan darah : 150/90 mmHg

·         Klien sering menanyakan apakah penyakit yang dideritanya bisa disembuhkan.

·         Klien nampak gelisah dan sering ke meja perawat bertanya mengenai kondisinya

·         Klien       berulang        kali

3.      Peningkatan tekanan darah, frekuensi nadi, dan pernapasan (5)

4.      Gangguan tidur (5)

menggunakan                           teknik relaksasi.

15.  Atur penggunaan obat-obatan               untuk mengurangi kecemasan secara tepat.

16.  Identifikasi tingkat kecemasan

17.  Dorong pasien untuk mengungkapan perasaan, ketakutan, persepsi

3.      Mengarahkan kembali perhatian dan

membantu                             dalam relaksasi otot.

4.      Membantu mengontrol kecemasan dengan farmakologi

5.      Untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami pasien.

6.      Dapat menghilangkan ketegangan terhadap kekhawatiran yang tidak diekspresikan.


 

 

 

 

 

 

Hr/Tgl

 

Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil

(NOC)

Tindakan

(NIC)

Rasional

 

bertanya kepada perawat mengenai tindakan

operasi.

 

 

 

 

 

G.    Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

 

Nama Klien            : Tn. J                                                                         Hari / Tgl         : Rabu, 25 Juli 2018

No. RM                  : 48 05 36                                                                   Ruang Rawat : Lambu Barakati

Tabel 3.6

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Hari/Tgl/

Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No

Dx

Evaluasi

Rabu 25/7/2018

11.00

 

 

 

 

 

 

11.06

 

 

1.      Monitor tanda-tanda vital Hasil :

Tekanan darah: 150/90 mmHg Nadi : 89 x/menit

Suhu : 36,7 oC Pernapasan : 23 x/menit

 

2.      Lakukan      pengkajian nyeri           secara komperhensif termasuk    lokasi,

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

1.

Kamis, 26 Juli 2018 (jam 07.30)

 

S :

·     Klien mengatakan perutnya masih sakit tembus hingga belakang terutama saat ia BAK, nyerinya hilang timbul dan rasanya seperti tertusuk-tusu

O :

·         Tekanan darah: 160/90 mmHg

·         Skala nyeri 5


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11.10

 

 

 

 

 

11.30

 

 

 

 

 

11.35

karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.

Hasil :

Klien mengeluh nyeri pada perut bagian bawah tembus hingga belakang. Nyeri bertambah parah ketika buang air kecil, nyei seperti tertusuk-tusuk dan sering menjalar hingga genitalia. Dengan skala nyeri 6 dan nyerila hilang timbu

 

3.      Observasi      reaksi      nonverbal dari ketidaknyamanan.

Hasil :

Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

 

4.      Mengajarkan tentang teknik non farmakologi (Teknik nafas dalam)

Hasil : Klien Nampak mengikuti apa yang diajarkan (teknik relaksasi nafas dalam dan distraksi)

 

5.      Menganjurkan klien untuk meningkatkan istirahat.

Hasil : klien nampak mengerti dengan

apa      yang            dianjurkan                   dan akan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

00132

 

·         Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

A :

·         Masalah nyeri belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

·         Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan factor presipitasi.

·         Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

·         Observasi tanda-tanda vital.

·         Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan berulang).

·         Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi.

·         Ajarkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi nafas dalam)

·         Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

11.37

 

 

 

 

 

 

11.38

 

 

 

 

 

 

 

11.45

 

 

 

 

 

11.45

melakukannya.

 

6.      Ajarkan pasien untuk minum200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan dan di awal petang

Hasil :

Klien mengerti dan bersedia mengikuti instruksi yang diberikan

 

7.      Ajarkan pasien tentang tanda dan gejala infeksi     saluran kemih    yang harus dilaporkan (misalnya demam, menggigil, nyeri pinggang,                    hematuria,     serta perubahan konsistensi dan bau urine) Hasil : klien mengerti dengan tanda dan gejala infeksi yang dijelaskan perawat

 

8.      Mendorong              pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi.

Hasil : klien mengatakan sangat cemas dengan penyakitnya, klien juga mengatakan takut bila harus dioperasi.

 

9.      Mendengarkan dengan penuh perhatian Hasil : Klien menceritakan segala keluhan

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

 

00146

 

 

2

·         Tingkatkan istirahat

 

S :

·         Klien mengatakan BAK masih terasa sakit, masih butuh waktu cukup lama untuk menuntaskan BAK-nya dan urine masih berwarna kuning keruh

O :

·         Klien nampak cukup lama saat masuk WC, warna urine kuning keruh

A :

·         Masalah gangguan eliminasi urin belum teratasi

P : Intervensi tetap dilanjutkan

·         Pantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi, bau, volume, dan warna jika perlu

·         Ajarkan pasien untuk minum 200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan, dan di awal petang

·         Berikan privasi untuk eliminasi

·         Berikan   cukup    waktu    untuk


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

11.50

 

 

 

11.51

 

 

 

 

12.00

 

 

 

 

 

 

13.20

 

 

 

 

13.20

yang ia rasakan selama sakit.

 

10.  Identifikasi tingkat kecemasan

Hasil : klien masuk dalam tingkat kecemasan sedang.

 

11.  Mendorong keluarga untuk menemani pasien

Hasil : keluarga selalu menemani pasien saat di rumah sakit.

 

12.  Mengontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan berulang)

Hasil : Membatasi pengunjung dan mengontrol kebisingan.

 

13.  Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit) Hasil : klien mengatakan butuh waktu agak lama bila BAK sampai tuntas

 

14.  Berikan privasi untuk eliminasi

Hasil : menutup pintu WC saat klien BAK

 

00146

 

 

 

00146

 

 

 

 

000132+00146

 

 

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

pengosongan kandung kemih (10 menit)

·         Ajarkan pasien tentang tanda dan gejala infeksi saluran kemih yang harus dilaporkan (misalnya demam, menggigil, nyeri pinggang, hematuria, serta perubahan konsistensi dan bau urine)

 

 

S :

·         Klien mengatakan masih sangat cemas dengan kondisinya, klien juga mengatakan kawatir bila harus           dioperasi, klien mengatakan susah untuk memulai tidur karena selalu mimikirkan kondisinya

O :

·         Klien masih nampak cemas

·         Klien sering bertanya mengenai kondisinya

·         Tekanan darah: 160/90 mmHg

·         Klien     masuk     dalam     tingkat


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

13.30

15. Memantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi

Hasil : Klien mengatakan BAK sudah 2 kali sejak pagi tadi, warna urine kuning keruh

00016

 

kecemasan sedang.

A :

·         Masalah ansietas belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

·         Dorong         keluarga untuk menemani pasien

·         Dengarkan       dengan penuh perhatian

·         Identifikasi tingkat kecemasan

·         Dorong           pasien     untuk mengungkapan perasaan, ketakutan, persepsi

·         Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi.

Kamis, 26/Juli/201

8

07.30

 

 

 

 

 

 

07.36

 

 

1.     Monitor tanda-tanda vital Hasil :

Tekanan darah: 160/90 mmHg Nadi : 92 x/menit

Suhu : 36,6 oC Pernapasan : 23 x/menit

 

2.      Lakukan      pengkajian nyeri           secara komperhensif termasuk    lokasi,

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

1.

Jum’at, 27 Juli 2018 (jam 07.200)

 

S :

·         Klien mengatakan perutnya masih sakit tembus hingga belakang terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk-tusuk dan            menjalar hingga kemaluannya

O :


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

07.36

 

 

 

 

 

07.45

 

 

 

 

 

07.46

karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.

Hasil :

Klien mengatakan perutnya masih sakit tembus hingga belakang terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk-tusuk dan menjalar hingga kemaluannya, skala nyeri 5 dan nyeri hilang timbul

 

3.      Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan.

Hasil : Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang.

 

4.      Menganjurkan untuk melakukan teknik non farmakologi (Teknik nafas dalam dan distraksi)

Hasil : Klien mengatakan ia melakukan yang telah diajarkan perawat.

 

5.      Menganjurkan klien untuk meningkatkan istirahat.

Hasil : klien mengatakan ia susah untuk tidur

 

6.      Mengontrol lingkungan      yang dapat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

00132

 

·         150/80 mmHg

·         skala nyeri 5

·         Klien nampak meringis memegang perut bagian bawah dan pinggang

A :

·         Masalah nyeri belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

·         Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan factor presipitasi.

·         Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

·         Observasi tanda-tanda vital.

·         Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan berulang).

·         Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi.


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

07.48

 

 

 

 

 

 

07.50

 

 

 

 

 

 

10.45

 

 

11.10

 

 

 

 

 

11.10

mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan berulang)

Hasil : Membatasi pengunjung dan mengontrol kebisingan.

 

7.      Anjurkan pasien untuk minum200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan dan di awal petang

Hasil :

Klien mengatakan ia melakukan yang diinstruksikan perawat

 

8.      Menyambung cairan

Hasil : terpasang cairan RL (20 tpm)

 

9.      Mendorong              pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi.

Hasil : klien mengatakan masih sangat cemas dengan kondisinya dan takut bila harus dioperasi

 

10.  Mendengarkan dengan penuh perhatian Hasil      :       Klien      sangat antusian menceritakan pada      perawat tentang

00132+00146

 

 

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

00016

 

 

00146

 

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

·         Anjurkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi nafas dalam)

·         Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri

·         Tingkatkan istirahat

 

S :

·         Klien mengatakan saat BAK masih terasa sakit sehingga butuh waktu lumayan lama untuk menuntaskan

O :

·         Klien nampak cukup lama saat masuk WC, warna urine kuning keruh

A :

·         Masalah gangguan eliminasi urin belum teratasi

P : Intervensi tetap dilanjutkan


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

11.10

 

 

 

11.20

 

 

 

 

13.30

 

 

 

 

13.30

 

 

 

13.40

keluhan yang ia rasakan

 

11.  Identifikasi tingkat kecemasan

Hasil    :    klien            masuk            dalam            tingkat kecemasan sedang.

 

12.  Mendorong keluarga untuk menemani pasien

Hasil : keluarga selalu menemani pasien saat di rumah sakit.

 

13.  Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit) Hasil : klien mengatakan masih agak lama untuk menuntaskan BAK-nya

 

14.  Berikan privasi untuk eliminasi

Hasil : menutup pintu WC saat klien BAK

 

15.  Memantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi

Hasil : Klien mengatakan BAK sudah 4 kali dari pagi smpe saat ini, warna urine kuning namun tidak sekeruh kemarin

 

 

00146

 

 

 

00146

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

00016

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

·         Pantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi, bau, volume, dan warna jika perlu

·         Ajarkan pasien untuk minum 200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan, dan di awal petang

·         Berikan privasi untuk eliminasi

·         Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit)

·         Ajarkan pasien tentang tanda dan gejala infeksi saluran kemih yang harus dilaporkan (misalnya demam, menggigil, nyeri pinggang, hematuria, serta perubahan konsistensi dan bau urine)

 

 

S :

·         Klien mengatakan masih sangat

cemas dengan kondisinya, klien


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

juga mengatakan kawatir bila harus           dioperasi,                    klien mengatakan susah untuk memulai tidur karena selalu mimikirkan kondisinya

O :

·         Klien masih nampak cemas

·         Klien sering bertanya mengenai kondisinya

·         150/80 mmHg

A :

·         Masalah ansietas belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

·         Dorong         keluarga untuk menemani pasien

·         Dengarkan       dengan penuh perhatian

·         Identifikasi tingkat kecemasan

·         Dorong           pasien           untuk

mengungkapan                                     perasaan, ketakutan, persepsi


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

·         Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi

Jum’at, 27/7/2018

07.20

 

 

 

 

 

 

07.25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

07.25

 

 

1.     Monitor tanda-tanda vital Hasil :

Tekanan darah: 150/80 mmHg Nadi : 90 x/menit

Suhu : 36,6 oC Pernapasan : 24 x/menit

 

2.      Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.

Hasil :

Klien mengatakan perutnya masih sakit tembus hingga belakang terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk-tusuk dan menjalar hingga kemaluannya, skala nyeri 5 dan nyeri hilang timbul

 

3.      Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan.

Hasil : Klien nampak meringis memegang

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

1.

Sabtu, Juli 2018 (jam 08.00)

 

S :

·         Klien mengatakan perutnya masih sakit terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk- tusuk dan menjalar genitalia

O :

·         150/90 mmHg

·         skala nyeri 3

·         Klien nampak menunjuk area yang nyeri saat BAK

A :

·         Masalah nyeri belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

·         Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk lokasi, karakteristik,   durasi   frekuensi,


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

07.40

 

 

 

 

 

07.41

 

 

 

 

07.42

 

 

 

 

 

 

07.45

perut bagian bawah dan pinggang.

 

4.      Menganjurkan untuk melakukan teknik non farmakologi (Teknik nafas dalam dan distraksi)

Hasil : Klien mengatakan ia melakukan yang telah diajarkan perawat.

 

5.      Menganjurkan klien untuk meningkatkan istirahat.

Hasil : klien mengatakan ia susah untuk tidur

 

6.      Mengontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan berulang)

Hasil : Membatasi pengunjung dan mengontrol kebisingan.

 

7.      Anjurkan pasien untuk minum200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan dan di awal petang

Hasil :

Klien mengatakan ia melakukan yang

diinstruksikan perawat

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

kualitas dan factor presipitasi.

·         Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

·         Observasi tanda-tanda vital.

·         Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan berulang).

·         Anjurkan tentang teknik non farmakologi (teknik relaksasi nafas dalam)

·         Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri

·         Tingkatkan istirahat

 

S :

·         klien mengatakan saat BAK masih terasa sakit tetapi tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan BAK, klien mengatakan BAK baru 1 kali


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

10.15

 

 

 

 

 

10.15

 

 

 

 

10.20

 

 

 

10.22

 

 

 

 

10.25

 

8.      Mendorong              pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi.

Hasil : klien mengatakan masih sangat cemas dengan kondisinya dan takut bila harus dioperasi

 

9.      Mendengarkan dengan penuh perhatian Hasil      :       Klien      sangat antusian menceritakan pada      perawat tentang keluhan yang ia rasakan

 

10.  Identifikasi tingkat kecemasan

Hasil : klien masuk dalam tingkat kecemasan sedang.

 

11.  Mendorong keluarga untuk menemani pasien

Hasil : keluarga selalu menemani pasien saat di rumah sakit.

 

12.  Memantau eliminasi       urine, meliputi frekuensi, konsistensi

Hasil : Klien mengatan hari ini BAK 2

sejak pagi smpe saat ini, warna urine

 

 

00146

 

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

00146

 

 

 

00146

 

 

 

 

00016

 

sejak pagi

 

O :

·         Warna urine kuning.

A :

·         Masalah gangguan eliminasi urin belum teratasi

P : Intervensi tetap dilanjutkan

·         Pantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi, bau, volume, dan warna jika perlu

·         Ajarkan pasien untuk minum 200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan, dan di awal petang

·         Berikan privasi untuk eliminasi

·         Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit)

·         Ajarkan pasien   tentang   tanda

dan gejala infeksi saluran kemih yang harus dilaporkan (misalnya


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

13.20

 

 

 

 

 

13.25

 

 

 

14.10

kuning namun tidak sekeruh kemarin

 

13.  Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit) Hasil : klien mengatakan saat BAK masih terasa sakit sehingga butuh waktu lumayan lama untuk menuntaskan

 

14.  Berikan privasi untuk eliminasi

Hasil : menutup pintu WC saat klien BAK

 

15.  Menyambung cairan

Hasil : terpasang cairan RL (20 tpm)

 

 

00016

 

 

 

 

 

00016

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

3

demam, menggigil, nyeri pinggang, hematuria, serta perubahan konsistensi dan bau urine)

 

 

S :

·         Klien mengatakan masih cemas dengan kondisinya, masih sulit untuk memulai tidur karna memikirkan penyakitnya dan masih ada perasaan kawatir bila kondisi kembali memburuk

O :

·         Klien masih sering bertanya mengenai kondisinya

·         150/90 mmHg

A :

·         Masalah ansietas belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

·         Dorong         keluarga         untuk


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

menemani pasien

·         Dengarkan dengan penuh perhatian

·         Identifikasi tingkat kecemasan

·         Dorong           pasien     untuk mengungkapan perasaan, ketakutan, persepsi

·         Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi

Sabtu, 28/7/2018

08.05

 

 

 

 

 

 

08.10

 

 

1.      Monitor tanda-tanda vital Hasil :

Tekanan darah: 150/90 mmHg Nadi : 84 x/menit

Suhu : 36,7 oC Pernapasan : 25 x/menit

 

2.      Lakukan pengkajian nyeri secara komperhensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.

Hasil :

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

1

Minggu, 29 Juli 2018 (jam 07.45)

 

S :

·         Klien mengatakan perutnya masih sakit terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk- tusuk dan menjalar hingga kemaluannya

O :

·         Tekanan darah: 460/90 mmHg

·         Skala nyeri 3

·         Klien nampak   menunjuk   area


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

 

 

08.10

 

 

 

 

08.15

 

 

 

 

 

08.18

 

 

 

 

08.20

Klien mengatakan perutnya masih sakit terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk-tusuk dan menjalar hingga kemaluannya, skala nyeri 3 dan nyeri hilang timbul

 

3.      Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan.

Hasil : Klien nampak menunjuk area yang nyeri saat BAK

 

4.      Menganjurkan untuk melakukan teknik non farmakologi (Teknik nafas dalam dan distraksi)

Hasil : Klien mengatakan ia melakukan yang telah diajarkan perawat.

 

5.      Menganjurkan klien untuk meningkatkan istirahat.

Hasil : klien mengatakan ia susah untuk tidur

 

6.      Mengontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan

berulang)

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

yang nyeri saat BAK

 

A :

·         Masalah nyeri teratasi

P :

·         Intervensi dihentikan

 

S :

·         Klien mengatakan pagi ini BAK baru 1 kali, warna urine kuning, klien mengatakan saat BAK masih terasa nyeri

O :

·         warna urine kuning

A :

·         Masalah gangguan eliminasi urine teratasi

P :

·         Intervensi dihentikan


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

08.21

 

 

 

 

 

 

11.00

 

 

 

 

 

 

 

11.00

 

 

 

 

11.10

Hasil : Membatasi pengunjung dan mengontrol kebisingan.

 

7.      Anjurkan pasien untuk minum200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan dan di awal petang

Hasil :

Klien mengatakan ia melakukan yang diinstruksikan perawat

 

8.      Mendorong              pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi.

Hasil : klien mengatakan masih cemas dengan kondisinya, masih sulit untuk memulai tidur karna memikirkan penyakitnya dan masih ada perasaan kawatir bila kondisi kembali memburuk

 

9.      Mendengarkan dengan penuh perhatian Hasil      :       Klien      sangat antusian menceritakan pada      perawat tentang keluhan yang ia rasakan

 

10.  Identifikasi tingkat kecemasan

Hasil   :    klien    masuk    dalam    tingkat

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

00146

 

 

3

 

S :

·         Klien mengatakan masih cemas apabila kondisinya kembali memburuk

O :

·         Klien nampak banyak tersenyum

·         Tekanan darah: 140/90 mmHg

A :

·         Masalah ansietas teratasi P : Intervensi dihentikan


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

11.12

 

 

 

 

11.15

 

 

 

 

 

11.20

 

 

 

 

 

11.20

kecemasan sedang.

 

11.  Mendorong keluarga untuk menemani pasien

Hasil : keluarga selalu menemani pasien saat di rumah sakit.

 

12.  Memantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi

Hasil : Klien mengatakan hari ini BAK baru sekali sejak pagi smpe saat ini, warna urine kuning.

 

13.  Berikan cukup waktu untuk pengosongan kandung kemih (10 menit) Hasil : klien mengatakan saat BAK masih terasa sakit tetapi tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan BAK

 

14.  Berikan privasi untuk eliminasi

Hasil : menutup pintu WC saat klien BAK

 

00146

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

00016

 

 

Minggu, 29/7/2018

07.45

 

 

1. Monitor tanda-tanda vital Hasil :

Tekanan darah: 140/90 mmHg

 

 

00132+00146

 

 

1

Senin, 30 Juli 2018 (jam 10.00)

 

S :

·         Klien      mengatakan     perutnya


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

07.50

 

 

 

 

 

 

 

 

 

07.50

 

 

 

 

08.00

 

 

 

 

 

08.02

Nadi : 84 x/menit Suhu : 36,6 oC

Pernapasan : 25 x/menit

 

2.      Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif           termasuk lokasi, karakteristik, durasi frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.

Hasil : Klien mengatakan perutnya masih sakit terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk-tusuk dan menjalar hingga kemaluannya, skala nyeri 3 dan nyeri hilang timbul

 

3.      Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan.

Hasil : Klien nampak menunjuk area yang nyeri saat BAK

 

4.      Menganjurkan klien untuk melakukan teknik non farmakologi di rumah bila nyeri (Teknik nafas dalam dan distraksi) Hasil    :    Klien    mengatakan    ia akan melakukan di rumah bila nyeri

 

5.      Menganjurkan     klien     untuk banyak

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

00132+00146

 

 

 

 

 

00132

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

masih sakit terutama saat ia BAK, nyerinya seperti tertusuk- tusuk dan menjalar hingga kemaluannya

O :

·         Tekanan darah: 460/90 mmHg

·         Skala nyeri 3

·         Klien nampak menunjuk area yang nyeri saat BAK

A :

·         Masalah nyeri teratasi

P :

·         Intervensi dihentikan

 

S :

·         Klien mengatakan pagi ini BAK baru 1 kali, warna urine kuning, klien mengatakan saat BAK masih terasa nyeri

O :


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

08.05

 

 

 

 

 

08.07

 

 

 

 

08.07

 

 

 

 

08.10

 

 

 

08.15

istirahat

Hasil    :    klien            mengatakan                      ia akan mengatur waktu saat di rumah

 

6.      Anjurkan pasien untuk tetap minum 200 ml cairan pada saat makan, di antara waktu makan dan di awal petang

Hasil : Klien mengatakan ia akan melakukan yang diinstruksikan perawat

 

7.      Mendorong               pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi.

Hasil : klien mengatakan masih cemas apabila kondisinya kembali memburuk

 

8.      Mendengarkan dengan penuh perhatian Hasil      :       Klien      sangat antusian menceritakan              pada              perawat    tentang keluhan yang ia rasakan

 

9.      Identifikasi tingkat kecemasan

Hasil : klien masuk dalam tingkat kecemasan ringan

 

10.  Mendorong keluarga untuk mendukung

 

 

 

 

00016

 

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

00146

 

 

 

 

00146

 

 

 

00146

 

 

 

 

 

3

·         warna urine kuning

A :

·         Masalah gangguan eliminasi urine teratasi

P : Intervensi dihentikan S :

·         Klien mengatakan masih cemas apabila kondisinya kembali memburuk

O :

·         Klien nampak banyak tersenyum

·         Tekanan darah: 140/90 mmHg

A :

·         Masalah ansietas teratasi P : Intervensi dihentikan


 

 

 

 

 

Hari/Tgl/ Jam

Tindakan Keperawatan

Kode Dx.

Keperawatan

No Dx

Evaluasi

 

 

 

 

08.20

pasien di rumah

Hasil : keluarga mengatakan akan selalu mengingatkan klien untuk menjaga kesehatannya

 

11. Memantau eliminasi urine, meliputi frekuensi, konsistensi

Hasil : Klien mengatakan hari ini BAK baru sekali sejak pagi smpe saat ini, warna urine kuning

 

 

 

 

000146

 

 


 

 

 

BAB IV PEMBAHASAN

 

 

Pada bab sebelumnya, penulis telah menjabarkan berbagai permasalahan tentang kasus Batu Saluran Kemih adalah terbentuknya batu yang disebabkan oleh pengendapan substansi yang terdapat dalam air kemih yang jumlahnya berlebihan atau karena faktor lain yang mempengaruhi daya larut substansi (Nurlina, 2008)

Sedangkan tujuan kasus diperoleh melalui pendekatan studi langsung klien Tn.J dengan Batu Saluran Kemih (BSK) pada tanggal 25 sampai 30 Juli 2018 di ruang perawatan Mawar Rumah Sakit Bahtramas Sulawesi Tenggara. Penulis menemukan beberapa kesenjangan antara tinjauan teoritis dan tinjauan kasus yang selanjutnya akan dibahas dalam bab ini. Untuk memudahkan dalam memahami kesenjangan yang terjadi seperti yang dimaksudkan di atas, maka penulis membahas dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Selama penulis melaksanakan asuhan keperawatan pada klien tersebut, penulis mengacu pada pendekatan proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

A.       Pengkajian

 

Pengkajian keperawatan adalah proses sistematis dari pengumpulan, verifikasi dan komunikasi tentang data klien. Fase proses keperawatan ini mencakup dua langkah yaitu data dari sumber primer (klien), dan sumber sekunder (keluarga dan tenaga kesehatan) dan analisis data sebagai dasar untuk diagnosa keperawatan. Pengkajian merupakan komponen dasar dalam proses


 

 

 

keperawatan, sehingga dengan pengkajian yang tepat akan menentukan langkah berikutnya (Potter & Perry, 2005).

Berdasarkan pengkajian terhadap Tn.J ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus dimana pada teori nyeri yang dirasakan terus menerus dan hebat karena adanya pionefrosis, sedangkan pada kasus nyeri yang dirasakan hilang timbul ini dikarenakan klien sudah mendapatkan pengobatan anti nyeri selama menjalani perawatan dirumah sakit selama 2 hari. Dalam teori juga ditemukan gejala umum seperti hematuria, namun dalam kasus tidak ditemukan gejala tersebut.

B.        Diagnosis Keperawatan

 

Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon aktual atau potensial klien terhadap masalah kesehatan yang mempunyai lisensi dan kompeten untuk mengatasinya. Diagnose keperawatan memberikan dasar pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat (Potter & Perry, 2005).

Berdasarkan pengkajian dan analisa data yang dilakukan pada kasus pasien Tn. J ditemukan ada 3 diagnosa keperawatan yaitu :

1.      Nyeri akut berhubungan dengan respon obstruksi batu pada ginjal.

 

2.      Gangguan    Eliminasi     Urin    berhubungan    dengan    obstruksi    anatomik (pembentukan batu saluran kemih)

3.      Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan.


 

 

 

Berdasarkan penjelasan di atas ditemukan ada kesenjangan pada diagnosa keperawatan antara teoritis dan kasus. Dari 4 diagnosa keperawatan yang ada pada tinjauan teoritis sebanyak 2 diagnosa keperawatan tidak ditemukan dalam kasus, dan dari 3 diagnosa keperawatan yang ditemukan pada kasus 1 diagnosa keperawatan tidak ditemukan pada teoritis

C.       Intervensi Keperawatan

 

Intervensi adalah rencana keperawatan yang akan penulis rencanakan kepada klien sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi (Wilkinson, 2011). Perencanaan adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tujuan yang berpusat pada klien dan hasil yang dipekirakan dan di intervensi kepeawatan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut (Potter & Perry, 2005).

Dari tiga diagnosa keperawatan selanjutnya dibuat rencana keperawatan sebagai tindakan pemecahan masalah keperawatan dimana penulis membuat rencana keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan kemudian menetapkan tujuan dan kriteria hasil, selanjutnya menetapkan tindakan yang tepat.

D.       Implementasi Keperawatan

 

Setelah melakukan intervensi keperawatan, tahap selanjutnya adalah mencatat intervensi yang telah dilakukan dan evaluasi respons klien. Hal ini dilakukan karena pencatatan akan lebih akurat bila dilakukan saat intervensi masih segar dalam ingatan. Tulislah apa yang diobservasi dan apa yang dilakukan (Deswani, 2009). Implementasi yang merupakan kategori dari proses


 

 

 

keperawatan adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. (Potter & Perry, 2005).

Implementasi keperawatan dilaksanakan selama lima hari dimulai dari tanggal 25 - 30 Juli 2018 dimana semua tindakan yang dilaksanakan selalu berorientasi pada rencana yang telah dibuat terdahulu dengan mengantisipasi seluruh tanda-tanda yang timbul sehingga tindakan keperawatan dapat tercapai pada asuhan keperawatan yang dilaksanakan dengan menerapkan komunikasi therapeutik dengan prinsip etis. Pada kasus ini tidak jauh beda dengan teori-teori yang ada di dalam rencana keperawatan.

E.        Evaluasi

 

Evaluasi adalah tahap akhir dari proses keperawatan. Namun, evaluasi dapat dilakukan pada setiap tahap dari proses perawatan. Evaluasi mengacu pada penilaian, tahapan dan perbaikan. Pada tahap ini, perawat menemukan penyebab mengapa suatu proses keperawatan dapat berhasil atau gagal (Alfaro-Lefevre, 1994 dalam Deswani, 2009).

Dalam kasus ini evaluasi keperawatan dilakukan selama 5 kali pada masing-masing masalah keperawatan, yaitu sebagai berikut :

1.        Nyeri akut

 

Masalah nyeri belum teratasi sehingga intervensi dilanjutkan di rumah karena klien dipulangkan untuk rawat jalan


 

 

 

2.        Gangguan Eliminasi Urine

 

Masalah keperawatan gangguan eliminasi urine belum teratasi, intervensi dilanjutkan di rumah

3.        Ansietas

 

Masalah keperawatan ansietas teratasi, intervensi dihentikan.